Jumat, 25 Oktober 2013

Menghitung PPh Pasal 21 Gross Up dengan Excell

Setiap perusahaan yang diwajibkan menghitung, menyetor dan melaporkan PPh Pasal 21 karyawannya. Beda perusahaan beda pula metode yang digunakan dalam menghitung PPh Pasal 21. Pada dasarnya terdapat 3 metode penghitungan PPh Pasal 21 yang dapat di terapkan perusahaan dalam menghitung PPh 21 Karyawan yaitu:

  1. Net Method yaitu metode pemotongan pajak dimana perusahaan menanggung pajak karyawannya
  2. Gross Method yaitu metode pemotongan pajak dimana karyawan menanggung sendiri jumlah pajak penghasilannya.
  3. Gross Up Methode yaitu metode pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa metode gross up dimana jumlah tunjangan pajak dan jumlah pajak yang harus dibayar sama besar dapat di ilustrasikan sebagai berikut.

        Penghasilan                             = X
        Tunjangan Pajak                      = 100 
        Total penghasilan bruto           = 100+X
        Pengurang:
         - Biaya Jabatan      :
         - Biaya Jamsostek  :           
        Total Pengurang Penghasilan  = Y    
        Jumlah Penghasilan Neto         = 100+X–Y
        PTKP                                        = Z      
        PKP                                          = 100+X–Y–Z
        PPh terhutang                          = 100

Dalam Menghitung PPh Pasal 21 tarif yang digunakan adalah tarif progresif berdasarkan pasal 17 UU No 36 Tahun 2008 yaitu:

Bagaimana rumus matematis PPh 21 Gross Up?
Secara matematis untuk menghitung PPh Gross Up tersebut adalah sebagai berikut:

       Lapisan 1 : Untuk PKP 0 - 47.500.000
                         Tunjangan PPh = (PKP setahun - 0) x 5/95 + 0
       Lapisan 2 : Untuk PKP 47.500.000 - 217.500.000
                         Tunjangan PPh = (PKP setahun - 47.500.000) x 15/85 + 2.500.000
       Lapisan 3 : Untuk PKP 217.500.000 - 405.000.000
                         Tunjangan PPh = (PKP setahun - 217.500.000) x 25/75 + 32.500.000
       Lapisan 4 : Untuk PKP > 405.000.000
                         Tunjangan PPh = (PKP setahun - 405.000.000) x 30/70 + 95.000.000

Contoh Kasusnya sebagai berikut:
Muthia Rianty berkerja sebagai dokter dengan gaji per bulan 25jt dengan status kawin TK/0, JKK & JKM  0,54% dari gaji sedangkan JTH 2% dari gaji. Hitunglah berapa tunjangan pajak yang harus diberikan per tahun jika PPh 21 dihitung berdasarkan metode gross up?


PKP nya adalah 265.320.000 maka masuk dalam kelompok lapisan 4
Maka PPh 21 yang terhutang adalah
       
Pembuktian kebenaran

jadi terbukti bahwa tunjangan pajak yang harus diberikan 48.440.000

So, Bagaimana membuat rumus PPh 21 Gross Up di excell?
Terdapat 2 metode yang dapat kita dilakukan, yaitu
1. Mengaplikasikan Formula Matematis Ke Excel
    Dengan soal yang sama dengan contoh diatas


Ditemukan hasil yang sama dengan contoh, formula yang digunakan adalah:





2. Mengaktifkan iterative calculationSalah satu  cara yang paling mudah untuk menghitung PPh 21 Gross Up adalah dengan mengaktifkan iterative calculation. Mode ini dapat diaktivkan dengan cara:
             Pilih File > Excel Option>Klik Tab Formuls>Cheklist Enable iterative calulation
Setelah mengaktivakan iterative calculation, cara pengaplikasian mode ini adalah sebagai berikut:
Sama halnya dengan contoh pertama kita masih menggunakan soal yang sama:
Dari soal tersebut akan ditemukan PPh 21 sebelum di Gross Up adalah:
Untuk Mencari PPh 21 Gross Up bagaimana?
Mudah saja, tinggal masukan formula berikut pada cell tunjangan dalam hal ini adalah D2
Dengan telah diaktifkannya Interation Calculation maka, akan ditemukan hasil sebagai berikut:
Jadi, seperti itulah 2(dua) cara yang dapat dilakukan untuk menghitung PPh Pasal 21 Gross Up dengan menggunakan excell. Baik metode pertama maupun metode kedua memperoleh hasil yang sama yaitu 48.440.000. Tidak ada perbedaan hasil dengan menggunakan kedua metode tersebut.
Silahkan pilih cara termudah menurut saudara dalam menghitung PPh 21 Gross Up.
Silahkan di comment dan selamat mencoba semoga tulisan ini bermanfaat.

10 komentar:

  1. Maaf saya ingin menanyakan, untuk hitungan jamsostek 1.620.000 diperoleh dari mana ya? sementara ketika saya hitung seperti ini:
    1. JKK & JKM: 0.54% x 25jt = Rp 135.000
    2. JHT: 2% x 25jt = Rp 500.000
    Maka total Iuran Jamsostek sebesar Rp 635.000

    Mohon penjelasannya ya, trims :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. JKK & JKM: 0.54% x 25jt = Rp 135.000 x 12 = Rp 1.620.000
      2. JHT: 2% x 25jt = Rp 500.000 x 12 = Rp 6.000.000

      JHT: 2% bukan sebagai penambah, tetapi sebagai pengurang karena karyawan yg bayar

      Hapus
  2. rumus tersebut klo di masukkan ke spt tahunan jadi sisa

    BalasHapus
  3. PPH 21 = 15%bukanya sampai 250.000.000 ya kok disitu 200.000.000 ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contoh:
      Penghasilan Kena Pajak (PKP)= 550.000.000
      Tarif yang dikenakan adalah
      Lapisan 1= 50.jt x 5% (6% Non NPWP)
      Lapisan 2= 200.jt (karena 50jt sdh kena lapisan 1) x 15% (18% Non NPWP)
      Lapisan 3=(500jt-250jt yg sdh kena 2 lapisan tarif=)250jt x 25% (30% Non NPWP)
      Lapisan 4=(550jt-500jt yg sdh kena 3 lapisan tarif=)50jt x 30% (36% Non NPWP)

      Semoga membantu

      Hapus
  4. pak bro tolong kirimi fileny
    makasih

    BalasHapus
  5. mau tanya buku tentang rumus metode gross up apa ya? sya cari gak ketemu. mohon info.makasih

    BalasHapus
  6. mau tanya buku tentang rumus metode gross up apa ya? sya cari gak ketemu. mohon info.makasih

    BalasHapus
  7. Rumus excelnya saya coba selalu error, Lalu bagaimana dengan perhitungan seandainya karyawan belum memiliki NPWP. Terima kasih

    BalasHapus